Muhammad Marzuqi

Table of Contents

4 Alasan Kenapa Konten Kamu Rankingnya Anjlok

Artikel ini merupakan opini saya terkait jawaban Google’s John Mueller mengenai perubahan ranking di SERP Google.

Beberapa waktu yang lalu, ada seseorang yang bertanya kepada John Mueller kenapa ranking kontennya turun, padahal dia sudah 7 tahun lebih mendominasi keyword tersebut.

Mungkin ini juga jadi beban pertanyaan teman-teman semua, terutama yang sudah lama bergelut di dunia SEO.

Tapi perlu diingat, ini hanya opini saya terhadap pertanyaan dadakan dan juga jawaban dadakan dari John Mueller. Bisa saja kurang benar.

Namun setidaknya kita ada gambaran ‘kenapa’ dan harus ‘bagaimana’ kalau hal tersebut terjadi.

Sebenarnya ini bukanlah jawaban spesifik dari John Mueller, melainkan jawaban yang sangat umum dan bisa terjadi pada semua website.

Top rank sifatnya sementara

Sebenarnya ini adalah ranah yang sangat debatable. Tapi saya setuju kalau top rank Google itu sifatnya sementara. Kenapa? Karena dunia internet sangat dinamis.

“In general, just because the site was appearing well in search results for a number of years does not mean that it will continue to appear well in search results in the future.

These kinds of changes are essentially to be expected on the web, it’s a very common dynamic environment”

John Mueller

Dunia internet sangat dinamis

Menyambung pernyataan sebelumnya. Hampir semua yang ada di web terus berubah. Bisa jadi backlink yang dulu ada sekarang hilang, sedangkan kompetitor mendapatkan lebih banyak link baru. Perubahan konten dan juga munculnya web-web baru yang menyasar keyword yang sama.

On the one hand, things on the web change with your competitors, with other sites

john mueller

Algoritma Google berubah

Inilah adalah salah satu alasan kenapa ranking bisa berubah dengan sangat dramatis. Ini sangat berbeda dengan ranking faktor. Seperti misalnya, web harus https, menerapkan search intent, site architecture, harus mobile friendly dan lain–lain.

Karena, ketika algoritma berubah, artinya Google mengubah caranya memahami halaman web.

Kesalahan umum yang masih kita lakukan adalah setelah adanya update algoritma, (trafik anjlok) kemudian langsung mencari apa yang salah dengan web kita. Sebenarnya tidak ada yang salah, hanya cara pandang Google saja yang tidak sejalan lagi.

Cara kerja algoritma adalah memahami apa yang pengguna inginkan bukan kesalahan apa yang kamu lakukan.

Om Juki

Perubahan perilaku pengguna

Bisa jadi, konten kita sudah tidak relevan lagi dengan apa yang pengguna search engine inginkan.

And finally on the user side as well, the expectations change over time.

So just because something performed well in the past doesn’t mean it will continue to perform well in search in the future.

John mueller

Sebenarnya, dari keempat poin diatas adalah satu kesatuan yang saling berkaitan. Selain 4 poin diatas, masih banyak lagi penyebab ranking jadi anjlok, bisa jadi jawabannya juga akan berbeda-beda antara web yang satu dengan yang lainnya.

Kesimpulannya adalah terus jaga kualitas website. Lakukan audit secara berkala, tingkatkan pengalaman pengguna, jalin hubungan dekat dengan pengunjung dan lain sebagainya.

Tidak cukup hanya dengan terus update konten. Menurut pengalaman saya, sangat penting juga memperhatikan perilaku pengunjung untuk menangkap peluang-peluang baru.

Jika ada yang ingin ditambahkan atau ditanyakan silahkan corat-coret kolom komentarnya.

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn

4 Responses

  1. Mas mengenai konten kita sudah tidak relevan lagi dengan apa yang pengguna search engine inginkan.

    Jadi solusinya konten kita di perbaiki jadi seperti baru ya mas? (Meski awalnya pernah page one)

    1. Pertanyaan yang bagus.
      Jadi gini, dalam beberapa kasus terkadang kita berasumsi bahwa konten yang kita buat sudah sesuai dengan apa yang pengguna inginkan tapi nyatanya tidak (meskipun peluangnya sangat kecil terjadi pada web informasi). Coba diingat bagaimana kondisi search engine 5 tahun kebelakang, masih banyak kita temui web yang ngasal page one pada topik tertentu, tapi isinya sangat tidak relevan. Akhirnya satu per satu pada tumbang. Dan kasus semacam ini masih banyak terjadi di keyword-keyword dgn pencarian kecil, mungkin under 50 per bulannya dan beberapa diantaranya adalah keyword yang sangat potensial. Solusinya adalah diperbaiki konten tersebut, dan memperbaikinya juga butuh treat khusus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.