Muhammad Marzuqi

Pentingnya Checklist

Table of Contents

Pentingnya Checklist ✓

Percaya ngga, sebagian besar orang hanya mengandalkan feeling/perasaan dalam menentukan/melakukan sesuatu.

Misal saya menulis konten ini, saya rasa bakal ada yang baca dan share tulisan ini. Haha

Terkadang juga “kayaknya ini sudah bagus deh” atau mungkin sebaliknya. Belum cakep nih. Ini mah belum nendang isinya. Selalu saja ada yang kurang.

Tapi, ketika mau benerin malah bingung. Ngga ngerti bagian mana yang kurang. Ngga ngerti harus dari mana mulainya. Akhirnya ngga jadi. Pernah?

Kalau pernah, berarti kamu termasuk sebagian besar tersebut. Selamat! And welcome to the club. Ternyata saya ngga sendirian.

Kita hanya pakai feeling. Haha

Hmm, berarti kita ngga boleh pakai feeling ya mas?

Boleh pake banget. Karena seringkali intuisi kita memang tepat. Tapi yang jadi masalah adalah, saat kita lagi not in good mood, terburu-buru atau bahkan lagi stuck. Dimana feeling tidak bisa diandalkan, disitulah pentingnya checklist.

Saya sendiri sangat terbantu dengan adanya checklist. Termasuk ketika mau nulis konten ini.

Checklist atau to-do list ini punya kontribusi yang sangat besar dalam membantu menyelesaikan banyak hal, bahkan yang rumit sekalipun. Serius!

Bahkan hasrat ingin rebahan pun juga bisa dikontrol dengan adanya checklist. Percaya?

Biasanya saya juga gunakan checklist untuk menganalisa kompetitor. Briefing ke penulis (supaya hasilnya sesuai dengan yang saya inginkan) jadi cukup beri checklist dan contoh sedikit Insyaallah sudah bisa jalan.

Sebenarnya tujuan checklist untuk apa sih?

Tujuan utamanya adalah untuk menghasilkan perubahan. Perubahan dalam bentuk apapun, dalam bahasa Jawa biasanya disebut “konversi”.

Kalau dalam dunia pemasaran yang saya geluti (mungkin kamu juga), konversi adalah seberapa banyak pengunjung yang jadi pembeli. Yang sudah beli kemudian jadi pelanggan.

Intinya adalah supaya kerjaan kita rapi, tujuannya jelas dan bisa dievaluasi.

Bagaimana, apakah kalian sudah punya checklist? Boleh dong di-share di kolom komentar checklist-nya, bisa harian, bulanan atau bahkan tahunan. Siapa tau bisa menginspirasi yang lain.

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.